• Email:
      rsbanyumanik@gmail.com   

    Fax :
      (024) 7462181

    Informasi :
      (024) 7471519

 

Laporan Capaian Indikator Waktu Tunggu Operasi Elektif Tahun 2016

 

Menurut Azwar (1993) yang dikutip dalam Mashuri (2012), waktu tunggu merupakan salah satu dari aspek mutu menurut dimensi pasien. Waktu tunggu dapat bervariasi berdasarkan saat memulai penelitian sampai dengan akhir penelitian. Waktu tunggu operasi elektif menurut Indikator Kinerja Rumah Sakit Badan Layanan Umum 2013 adalah rata-rata lama menunggu sebelum dioperasi elektif dalam hitungan hari. Waktu tunggu sebelum operasi dihitung berdasarkan waktu tunggu pasien sejak diputuskan operasi elektif dan telah dijadwalkan di kamar operasi sampai dilaksanakannya tindakan operasi elektif. Standar waktu tunggu sebelum operasi elektif berdasarkan Indikator Kinerja RS BLU Tahun 2013 adalah 2 (dua) hari. Waktu tunggu operasi elektif menurut Kepmenkes No. 129 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit merupakan tenggang waktu yang dimulai dari dokter memutuskan untuk operasi yang terencana sampai dengan operasi mulai dilaksanakan. Standar waktu tunggu berdasarkan SPM Rumah Sakit adalah ≤2 (dua) hari.

Menurut Siregar (2006) yang dikutip oleh Mashuri (2012), terdapat 5 (lima) hal yang menyebabkan keterlambatan penanganan kasus prabedah, yaitu:
a. Birokrasi administrasi
b. Lamanya pemasangan instrumentasi prabedah
c. Penanganan pasien yang tidak terorganisir
d. Ketidaksiapan ruang perawatan
e. Lamanya penanganan/konsultasi anestesi

Didalam profil indikator yang telah ditetapkan definisi operasional waktu tunggu operasi elektif adalah tenggang waktu mulai dokter memutuskan untuk operasi yang terencana sampai dengan operasi mulai dilaksanakan. Tujuannya adalah tergambarnya kecepatan penanganan antrian pelayanan bedah. Pencatatan dan pelaporan indikator dilakukan tiap bulan dengan periode analisis tiap 3 bulan. Numerator yang diukur adalah Jumlah kumulatif waktu tunggu operasi yang terencana dari seluruh pasien yang dioperasi dalam satu bulan, sedangkan yang menjadi denominator adalah Jumlah pasien yang dioperasi dalam bulan tersebut. Data diambil dengan cara observasi langsung. Dengan target capain yang digunakan 100%. Berikut adalah data capaian indikator waktu tunggu operasi elektif.

respontime

ANALISA:
Dari grafik terlihat bahwa hasil capaian indikator waktu tunggu operasi elektif periode Oktober – Desember 2016 di RS Banyumanik Semarang telah sesuai dengan target dan standar dalam SPM Rumah Sakit yaitu 100%. Tentunya upaya-upaya perbaikan dilakukan secara terus menerus sehingga pada bulan berikutnya angka pelaporan tidak menurun, anatara lain:
a. Penjadwalan tindakan operasi sesuai urutan daftar tunggu operasi pasien.
b. Menyediakan tim operasi yang siap melakukan operasi.
c. Menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam tindakan operasi.
Rekomendasi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki capaian indikator tersebut antara lain dengan selalu melakukan tatalaksana/ prosedur sesuai dengan SPO yang telah ditetapkan oleh Rumah Sakit Banyumanik Semarang guna mempertahankan capaian indikator pada periode selanjutnya.