• Email:
      rsbanyumanik@gmail.com   

    Fax :
      (024) 7462181

    Informasi :
      (024) 7471519

 

Hipertensi / Darah Tinggi

A. PENGERTIAN HIPERTENSI
Suatu gangguan pada sistem peredaran darah yang sering terdapat pada usia
pertengahan atau lebih, yang ditandai dengan tekanan darah lebih dari normal.
Dengan kenaikan tekanan darah sistolik > 160 mmHg dan tekanan darah diastolik
> 140 mmHg.

B. JENIS-JENIS HIPERTENSI:
1. Hipertensi ringan: Jika tekanan darah sistolik antara 140 – 159 mmHg dan atau
tekanan diastolik antara 90 – 95 mmHg
2. Hipertensi sedang: Jika tekanan darah sistolik antara 160 – 179 mmHg dan atau
tekanan diastolik antara 100 – 109 mmHg
3. Hipertensi berat: Jika tekanan darah sistolik antara 180 – 209 mmHg dan atau
tekanan diastolik antara 110 – 120 mmHg

C. MACAM-MACAM HIPERTENSI
Hipertensi Primer adalah suatu kondisi dimana terjadinya tekanan darah
tinggi sebagai akibat dampak dari gaya hidup seseorang dan faktor lingkungan.
Seseorang yang pola makannya tidak terkontrol dan mengakibatkan kelebihan
berat badan atau bahkan obesitas, merupakan pencetus awal untuk terkena penyakit
tekanan darah tinggi. Begitu pula sesorang yang berada dalam lingkungan atau
kondisi stressor tinggi sangat mungkin terkena penyakit tekanan darah tinggi,
termasuk orang-orang yang kurang olahraga pun bisa mengalami tekanan darah
tinggi.Hipertensi sekunder adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan
tekanan darah tinggi sebagai akibat seseorang mengalami/menderita penyakit
lainnya seperti gagal jantung, gagal ginjal, atau kerusakan sistem hormon tubuh.
Beberapa penyebab terjadinya hipertensi sekunder:
1. Penyakit Ginjal
a. Stenosis arteri renalis
b. Pielonefritis
c. Glomerulonefritis
d. Tumor-tumor ginjal
e. Penyakit ginjal polikista (biasanya diturunkan)
f. Trauma pada ginjal (luka yang mengenai ginjal)
g. Terapi penyinaran yang mengenai ginjal
2. Kelainan Hormonal
a. Hiperaldosteronisme
b. Sindroma Cushing
c. Feokromositoma
3. Obat-obatan
a. Pil KB
b. Kortikosteroid
c. Siklosporin
d. Eritropoietin
e. Kokain
f. Penyalahgunaan alkohol
g. Kayu manis (dalam jumlah sangat besar)
4. Penyebab Lainnya
a. Koartasio aorta
b. Preeklamsi pada kehamilan
c. Porfiria intermiten akut
d. Keracunan timbal akut.D. FAKTOR PENYEBAB HIPERTENSI
Faktor yang mempengaruhi hipertensi:
1. Stress
2. Merokok
3. Alkohol
4. Obesitas (Kegemukan)
5. Faktor keturunan
6. Faktor lingkungan : bising, gaduh
E. TANDA DAN GEJALA HIPERTENSI
a. Lemas
b. Sakit kepala (Pusing)
c. Mual-muntah
d. Sesak nafas
e. Kesesmutan
f. Kelelahan
g. Pandangan menjadi kabur
h. Rasa berat di tengkuk
F. KOMPLIKASI HIPERTENSI
a. Penyakit jantung dan pembuluh darah
b. Stroke
c. Ensefalopati hipertensi
d. Retinopati hipertensif
e. Gagal ginjalG. CARA PENCEGAHAN HIPERTENSI
1. Olah raga yang cukup
2. Mempertahankan berat badan normal
3. Tidak merokok dan tidak minum alkohol
4. Istirahat cukup dan tidak stress
5. Diit: rendah garam dan rendah kolesterol

H. PENGOBATAN HIPERTENSI
Pengobatan hipertensi untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut:
1.
Pengobatan farmakologis yaitu dengan menggunakan obat-obatan atas ijin
dokter
2.
Pengobatan non farmakologis yaitu dengan
a. Mengurangi asupan garam dan lemak
b. Mengurangi atau menghilangkan kebiasaan minum alkohol bagi yang
mengkonsumsinya
3.
c. Berhenti merokok bagi yang merokok
d. Menurunkan berta badan bagi yang kegemukan
e. Olah raga teratur seperti joging, jalan cepat, bersepeda, berenang
f. Menghindari ketegangan
g. Istirahat cukup
h. Hidup tenang
Pengobatan tradisional yang dapat dibuat dirumah antara lain dengan
mengkonsumsi secara teratur jus:
a. Buah mentimun
b. Buah belimbing
c. Daun seledriSedangkan cara membuat obat tradisional seperti jus mentimun adalah
I.
a. 1⁄2 kg buah mentimun dicuci bersih
b. Dikupas kulitnya kemudian diparut
c. Saring airnya menggunakan penyaring/kain bersih
d. Diminum setiap hari ± 1 kg untuk 2 kali minum pagi dan sore hari
MAKANAN YANG DIANJURKAN
1. Sayur-sayuran hijau kecuali daun singkong, daun melinjo dan melinjonya
2. Buah-buahan keculi buah durian
3. Ikan laut tidak asin terutama ikan laut air dalam seperti kakap dan tuna
4. Telur boleh dikonsumsi maksimal 2 butir dalam 1 minggu dan diutamakan putih
telurnya saja
5.
Daging ayam (kecuali kulit, jerohan dan otak karena banyak mengandung
lemak)
J.
MAKANAN YANG DI HINDARI
a. Makanan yang di awetkan seperti makanan kaleng, mie instant, minuman kaleng
b. Daging merah segar seperti hati ayam, sosis sapi, daging kambing
c. Makanan berlemak dan bersantan tinggi serta makanan yang terlalu asin