• Email:
      rsbanyumanik@gmail.com   

    Fax :
      (024) 7462181

    Informasi :
      (024) 7471519
rsbanyumanik

 

Mengenal Penyakit Mata Myopia ( Rabun Jauh )

A. Pengertian
Rabun jauh atau miopia adalah suatu keadaan mata yang tetap bisa melihat objek dekat
dengan jelas, namun kabur atau buram ketika melihat objek yang jauh. Rabun jauh sangat
umum terjadi dan ditangani.

B. Cara Kerja Mata
Rabun jauh disebabkan karena kesalahan bias (refractive erros). Kesalahan bias bisa
terjadi ketika mata tidak bisa memfokuskan cahaya yang masuk dengan benar atau tepat di
retina. Pada rabun jauh, fokus cahaya akan jatuh di depan retina bukan tepat di retina.
Retina adalah suatu permukaan bagian belakang mata yang bertugas mengumpulkan
cahaya yang masuk. Retina akan mengubah cahaya yang masuk menjadi impuls listrik yang
akan diterjemahkan oleh otak sebagai gambar.
Pada miopia atau rabun jauh, fokus mata salah karena bentuknya yang tidak lagi normal.
Bola mata penderita rabun jauh biasanya sedikit memanjang, dan terkadang bentuk
korneanya terlalu bulat. Kornea adalah lapisan bening di depan mata.C. Pasien yang Berisiko Terkena Rabun Jauh
Miopia biasanya mulai terdiagnosis antara usia 8-12 tahun. Pada usia ini mata mengalami
pertumbuhan yang cepat, sehingga bentuk mata bisa berubah. Orang dewasa biasanya akan
tetap menderita rabun jauh jika pada saat anak-anak mereka sudah menderita rabun jauh.
Selain itu, seseorang juga bisa terkena rabun jauh karena kondisi kesehatan tertentu
seperti diabetes.
Stres visual bisa menjadi faktor risiko yang bisa menyebabkan rabun jauh. Stres visual
adalah lelahnya mata akibat memfokuskan mata dalam waktu yang lama, seperti karena
aktivitas membaca atau menggunakan komputer.
Rabun jauh juga bisa merupakan penyakit warisan, artinya apabila orang tua (salah satu
atau keduanya) mengidap rabun jauh maka anaknya pun berisiko besar terkena rabun jauh.

D. Gejala Rabun Jauh
Gejala yang paling menonjol dari rabun jauh adalah penglihatan yang kabur pada saat
melihat objek yang jauh. Pada anak-anak, mereka mungkin akan mengalami kesulitan pada
saat melihat papan tulis di sekolah. Orang dewasa mungkin tidak dapat melihat rambu-
rambu lalu lintas dengan jelas saat mengemudi. Tanda-tanda lainya dari rabun jauh, antara
lain:

  1. Sakit kepala
  2. Mata terasa sakit atau lelah
  3. Menyipitkan/mengernyitkan mata (pada penderita miopia, mata yang disipitkan akan
    membantunya melihat lebih jelas)

Gejala rabun jauh biasanya akan hilang ketika penderita sudah memakai kacamata atau
lensa kontak. Pada saat pertama kali memakai kacamata atau lensa kontak, kepala mungkin
akan sakit atau merasakan mata yang lelah selama satu atau dua minggu ke depan, ini
hanya untuk penyesuaian.

E. Koreksi untuk Rabun Jauh
Sebelum memutuskan untuk memakai kacamata atau lensa kontak, sebaiknya temui
dokter spesialis mata guna memastikan diagnosis, atau melihat adanya kemungkinan-
kemungkinan lain.Koreksi untuk rabun jauh antara lain dengan :
1. Lensa korektif
Kacamata dan lensa kontak adalah contoh dari lensa korektif. Kedua
perangkat ini akan mengalihkan fokus cahaya yang masuk agar jatuhnya tepat di
retina. Jenis atau seberapa kuat lensa kacamata atau lensa kontak akan tergantung
dari seberapa jauh Anda bisa melihat dengan jelas. Lensa korektif bisa digunakan
sepanjang waktu atau pada saat tertentu saja, seperti saat mengemudi. Semuanya
tergantung dari kebutuhan.
Dibandingkan kacamata, lensa kontak akan memberikan bidang visi yang
lebih luas dan koreksi yang lebih baik. Lensa kontak akan ditempelkan langsung
pada kornea mata. Namun pada sebagian orang, lensa kontak tidak dapat
digunakan karena bisa mengiritasi mata.
2. Bedah refraktif
Bedah reaktif adalah bentuk koreksi permanen untuk rabun jauh. Juga
disebut sebagai operasi laser mata, yaitu sebuah prosedur untuk membentuk ulang
kornea agar cahaya terfokus ke retina. Umumnya, orang yang sudah menjalani
operasi ini tidak lagi memerlukan kacamata atau lensa kontak.